Balik ke Kejuaraan Anggar, Begini Cara Cut Intan Nabila Bangkit Usai Alami KDRT

10 hours ago 7

Jakarta -

Nama Cut Intan Nabila kembali mencuri perhatian publik. Setelah sempat viral karena menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT yang dilakukan mantan suaminya, Armor Toreador, kini ia menunjukkan kebangkitan lewat dunia olahraga yang telah membesarkan namanya.

Sosok ibu tiga anak itu diketahui kembali aktif sebagai atlet anggar dan tampil membela Indonesia dalam ajang Fencing Bangkok Open 2026 yang digelar di Bangkok, Thailand.

Momen tersebut dibagikan langsung oleh Cut Intan melalui akun Instagram pribadinya dan langsung mendapat banyak dukungan dari warganet.

Perjalanan Cut Intan menuju titik ini tidak mudah. Sebelum menikah, ia memang dikenal sebagai atlet anggar berprestasi.


Namun, kehidupannya sempat menjadi sorotan nasional setelah kasus KDRT yang dialaminya pada tahun 2024 mencuat ke publik.

Kini, perlahan tetapi pasti, Cut Intan mencoba kembali menata hidupnya. Olahraga anggar menjadi salah satu cara bagi dirinya untuk bangkit sekaligus membuktikan bahwa status sebagai ibu tidak menghalangi perempuan untuk tetap mengejar mimpi.

"Aku ibu anak tiga, tapi aku juga seorang atlet anggar," tulis Cut Intan dalam unggahannya.

[Gambas:Instagram]

Kalimat sederhana itu langsung menuai banyak simpati karena dianggap mewakili perjuangan banyak perempuan yang tetap ingin berkembang meski menghadapi masa sulit dalam hidup.

Dalam unggahan lainnya, Cut Intan juga sempat membagikan refleksi hidup setelah melewati berbagai cobaan berat dalam rumah tangganya. Ia mengaku setiap orang pasti memiliki fase lelah dengan cara menghadapi luka yang berbeda-beda.

"Setiap orang akan menemukan fase lelah dalam kehidupan, fasenya akan berbeda-beda, dan cara menghadapinya juga berbeda-beda. Karna luka yang sama reaksi bisa jadi berbeda, dan ada reaksi yang sama namun luka yang berbeda," ungkapnya.

Menurutnya, manusia wajar merasakan sedih, marah, bingung, hingga bahagia karena semua emosi tersebut merupakan bagian dari proses kehidupan.

"Pada segala situasi kita perlu menyadari, bahwa kita manusia dan tuhan sudah memberi kita perasaan, sedih, marah, bingung, bahagia, air mata, gelak tawa, itu semua untuk kita ekspresikan, tidak ada satu manusiapun tanpa melalui semua rasa itu," katanya.

Cut Intan juga menegaskan bahwa proses penyembuhan membutuhkan keyakinan dan keberanian untuk terus melangkah, meski terasa berat.

"Yang paling penting dalam proses sembuh adalah yakin, yakin bahwa kita bisa bangkit, walaupun perlahan dan kadang menyakitkan, teruslah bertumbuh," tutupnya.

(ikh/ikh)

Loading ...

Read Entire Article
Industri | Energi | Artis | Global