Jakarta -
Ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang harus dikerjakan umat Muslim bagi yang mampu, baik secara finansial maupun fisik. Menunaikan ibadah haji bukan hanya sekedar mengunjungi Tanah Suci, melainkan perjalanan spiritual yang penuh makna dan pengorbanan.
Rasulullah Saw dalam berbagai hadits menjelaskan soal keutamaan luar biasa bagi haji mabrur. Bahkan, disebutkan bahwa haji mabrur setara dengan jihad di jalan Allah Swt.
Haji mabrur merupakan haji yang diterima oleh Allah Swt karena dilakukan dengan memenuhi rukun, syarat, dan ketentuan yang benar, serta dikerjakan dengan penuh keikhlasan dan ketakwaan. Seseorang yang hajinya mabrur terlihat dari perubahan perilaku yang menjadi lebih baik, secara pribadi maupun sosial sepulang dari Tanah Suci.
Ketika haji seseorang mabrur, maka ibadah yang dilakukannya setara dengan jihad di jalan Allah Swt. Hal ini dijelaskan dalam hadits di Syarah Riyadhus Shalihin jilid 3 karya Imam An-Nawawi, tentang haji yang mabrur setara dengan jihad.
عَنْ عَائِشَةَ أَمِّ الْمُؤْمِنِينَ قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَا نَخْرُجُ تُجَاهِدُ مَعَكُمْ قَالَ لَا جِهَادُكُنَّ الحَجُّ الْمَبْرُورُ وَهُوَ لَكُنَّ جِهَادٌ
Artinya: "Dari Aisyah umul mukminin berkata: Wahai Rasulullah, apakah tidak sebaiknya kami keluar ikut berjihad bersamamu? Beliau menjawab: Tidak, jihad kalian adalah haji mabrur dan itu adalah jihad bagi kalian." (HR Ahmad)
Dalam riwayat lain dari Aisyah RA dikatakan:
قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ، نَرَى الْجِهَادَ أَفْضَلُ الْعَمَلِ أَفَلَا نُجَاهِدُ؟ فَقَالَ: «لَكِنْ أَفْضَلُ الْجِهَادِ: حَجٌ مَبْرُورٌ رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ.
Artinya: Aku berkata, "Ya Rasulullah, menurut kami jihad itu adalah amal perbuatan yang paling utama. Bolehkah kami berjihad?" Beliau bersabda, "Tetapi jihad yang paling utama adalah haji yang mabrur." (HR Bukhari)
Haji mabrur disebut setara dengan jihad karena besarnya keutamaan haji dan pahalanya, serta anjuran terhadap kaum perempuan untuk mengerjakannya. Haji mabrur setara dengan jihad hanya berlaku bagi kaum wanita.
Jihad para wanita adalah ibadah haji, sementara kaum pria jihad di jalan Allah lebih utama daripada ibadah haji. Namun, haji wajib tetap lebih utama daripada jihad di jalan Allah karena termasuk ke dalam rukun Islam.
Dalam buku Ibadah Haji: Rukun Islam Kelima karya KH Ahmad Sarwat (Rumah Fiqih), jihad fi sabilillah merupakan ibadah yang sangat istimewa dan memiliki pahala besar di sisi Allah Swt. Ibadah memiliki kedudukan tinggi dalam Islam karena berkaitan dengan perjuangan di jalan Allah Swt.
Sebelum melakukan jihad, diperlukan berbagai persyaratan, seperti kekuatan fisik, kemampuan, serta keterampilan tertentu. Selain itu, jihad juga butuh kesiapan harta yang tak sedikit untuk bekal dalam perjuangan.
Maka dari itu, tidak semua sahabat dapat ikut dalam berjihad meski ingin, karena syaratnya begitu berat.Bahkan, sebagian sahabat sampai menangis karena tidak memenuhi syarat untuk ikut berjihad di jalan Allah Swt.
Karena tidak semua umat bisa melaksanakan jihad secara langsung, maka Allah Swt memberikan keringanan dengan ibadah haji, yang setara dengan jihad. Hal ini dijelaskan dalam riwayat Aisyah Ummul Mukminin RA, di mana Rasulullah SAW menyebut haji mabrur sebagai jihad bagi mereka.
(kpr/kpr)
Loading ...

5 hours ago
3

















































