Tolak Promosi Film Karena Adegan Dewasa, Ratu Sofya Disomasi Rumah Produksi

5 hours ago 4

Jakarta -

Ratu Sofya disomasi oleh HAS Pictures, rumah produksi milik Haldy Sabri dan Irish Bella. Somasi tersebut dilayangkan karena Ratu Sofya diduga menolak promosi film bertajuk Penebusan atau Pengampunan.

Penolakan promosi film tersebut disebut karena Ratu Sofya merasa keberatan dengan adanya adegan panas. Reza Aditya selaku perwakilan dari HAS Pictures mengatakan tindakan Ratu Sofya tersebut telah merugikan production house.

"Ada permasalahan soal film kita yang akan rilis yang berjudul Dosa Penebusan atau Pengampunan. Apa masalahnya? Salah satu peran utama dari kita, dari film ini, tidak ikut promo di kita dan itu jelas merugikan kita dari PH," ucap Reza Aditya, perwakilan HAS Pictures ditemui di Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (22/5).

"Tapi sebelum itu saya mau menjelaskan dulu. Jadi, saudari RS ini enggan ikut promo karena saudari RS ini bilang dia kurang nyaman dengan film ini," sambungnya.


Reza pun menyebut bahwa selama proses produksi justru tak ada protes dari Ratu Sofya. Bahkan disebutkan Ratu Sofya tampat bahagia dan nyaman menjalani proses syuting.

"Padahal sebelum masalah ini terjadi, saudari RS ini dari awal proses casting, dari reading, dan dari proses syuting, dia sangat fun dan sangat nyaman di lokasi syuting. Dan tidak ada keresahan yang kita terima, tidak ada komplain yang kita terima juga," jelasnya.

Terkait adanya adegan dewasa yang diprotes oleh Ratu Sofya, Reza pun membenarkan. Namun, Reza memberikan penjelasan terkait adegan dewasa tersebut tidak dibuat secara vulgar.

"Nah, yang RS ini yang lempar isu kalau memang ada adegan sex scene di film kita. Memang benar, tapi kita juga tidak sangat mengekspos itu karena bukan cuma sekadar sex scene yang kita mau tampilin di film," tutur Reza.

"Ini ada filosofinya, ini ada ceritanya. Bukan kita ngejual, 'Oh, ini karena ada adegan sex scene jadi kita jualan nih film', nggak gitu. Kita juga bikinnya masih dengan batas-batas yang ya kita tahulah batasnya, enggak vulgar dan tidak mengarah ke pornografi," lanjutnya.

Permasalahan ini mulai viral usai Ratu Sofya berbincang di sebuah podcast mengenai pengalamannya dalam syuting di film tersebut. Reza menilai apa yang disampaikan oleh Ratu Sofya di podcast tersebut tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya.

"Podcast-nya juga lumayan viral bahwa dia menyebut kalau dia tidak nyaman dan tidak disediakan body double gitu. Jelas itu bertentangan banget ya dengan fakta yang ada di lokasi, dengan yang disampaikan sama RS ini. Itu bener-bener kayak, 'Kok begitu sih kamu Dek? Kok ngomongnya beda ya? Di lokasi syuting juga beda, di podcast itu beda, ketika kamu sudah menjalin hubungan sama yang ya seseorang itulah', gitu loh," jelas Reza.

Sementara itu, Takwa selaku kuasa hukum HAS Pictures mengatakan pihaknya akan melayangkan somasi dan melakukan pertemuan dengan pihak Ratu Sofya. Namun dalam pertemuan itu belum menemukan solusi.

"Maka perusahaan ini tentu melakukan langkah somasinya dan sekaligus mengundang untuk pertemuan tersebut. Pada saat pertemuan tersebut dihadiri oleh kuasa hukumnya. Pada saat dihadiri kuasa hukumnya, itu pun tidak ada solusi lain gitu," kata Takwa.

Takwa pun meminta agar Ratu Sofya dapat melakukan tanggung jawabnya untuk promosi film tersebut.

"Artinya kita menuntut kepada artis ini, Safira Ratu Sofya, untuk melakukan promosinya segera dan seketika. Dalam kesempatan ini kami sampaikan, laksanakan yang menjadi kewajibannya terkait promo baik diri pribadinya melalui medsosnya maupun dengan perusahaan yang telah diberikan list-nya, jadwalnya oleh perusahaan kepada kuasa hukumnya saat itu," pungkasnya.

(kpr/yoa)

Loading ...

Read Entire Article
Industri | Energi | Artis | Global