Jakarta -
Jemaah haji atau umrah biasanya menyempatkan diri untuk berkunjung ke beberapa tempat bersejarah di Madinah. Seperti diketahui, Madinah merupakan kota yang menyimpan banyak jejak perjuangan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat saat menyebarkan agama Islam.
Banyak lokasi bersejarah yang menarik untuk dikunjungi di Madinah, sekaligus mempelajari sejarah Islam. Berikut beberapa tempat bersejarah di Madinah yang dapat dikunjungi jemaah haji atau umrah:
1. Masjid Nabawi
Masjid Nabawi merupakan salah satu masjid di Madinah yang paling utama bagi umat Islam. Di dalam Masjid Nabawi terdapat makam Rasulullah SAW dan Abu Bakar serta Umar bin Khattab.
Tak hanya itu, di Masjid Nabawi juga terdapat Raudhah, yang diyakini tempat paling mustajab untuk berdoa. Raudhah terletak di antara makam Rasulullah SAW dan mihrab.
Masjid Nabawi juga memiliki keindahan dan kemegahan, salah satunya kubah hijau (Green Dome) yang terletak di atas makam Rasulullah SAW. Selain itu, Masjid Nabawi juga dilengkapi dengan teknologi modern seperti kubah dan payung raksasa yang dapat dibuka dan ditutup secara otomatis. Masjid Nabawi menjadi salah satu destinasi utama dikunjungi para jemaah haji dan umrah.
2. Makam Rasulullah SAW
Makam Nabi Muhammad SAW yang terletak di dalam Masjid Nabawi, juga menjadi salah satu tujuan para jemaah haji dan umrah. Di samping makam Rasulullah SAW juga terdapat makam Abu Bakar dan Umar bin Khattab.
Namun, makam ini tidak dapat dilihat langsung oleh para jemaah dikarenakan lokasinya tertutup dan dijaga. Para jemaah biasanya berziarah dengan melewati area tersebut setelah dari Raudhah atau selesai salat.
Makam Rasulullah SAW dikelilingi beberapa pintu utama, yakni Pintu At-Taubah (barat), Pintu Fatimah (timur), Pintu Tahajjud (utara), serta pintu yang mengarah ke Raudhah.
Berikut doa yang dibaca ketika di Makam Rasulullah SAW:
َالسَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ ورحمةُ اللهِ وبركاته، اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صَلَّيْت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد، اللهم بارك على محمد وعلى آل محمد كما َباركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد. أشهدُ أَنَّكَ رَسُوْلُ الله حَقاً، وأَنَّكَ قَدْ بَلَغْت َالرسالةَ، وأَدَّيْتَ الْأَمَانَةَ، ونَصَحْتَ الْأُمَّةَ، وجَاهَدْتَ في اللهِ حَقَّ جِهَادِهِ، فجزاك اللهُ عنْ أُمَّتِك أَفضلُ ما جزى نَبِيُّنَا عن أمته
Latin: Assalaamu'alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wa barakaatuhu. Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala aali Muhammad kamaa shalayta 'ala aali Ibrahim, innaka hamiidum majiid. Allahumma baarik 'ala Muhammad wa 'ala aali Muhammad kamaa baarakta 'ala aali Ibrahim, innaka hamiidum majiid. Asyhadu annaka Rasulullahi haqgan, wa annaka qad ballaghtar risaalata, wa addaital amaanata, wa nashahtal ummata, wa jaahadta fil laahi haqqa jihaadihi, fajazaakallahu 'ala ummatika afdhalu ma jaza nabiyyuna 'an ummatihi.
Artinya: Ya Allah semoga shalawat terlimpah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana shalawat terlimpah kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah semoga keberkahan terlimpah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau berkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Aku bersaksi bahwa Engkau (Muhammad) adalah Rasulullah yang haq. [Aku bersaksi bahwa Engkau] (Muhammad) telah menyampaikan risalah kenabian, telah menunaikan amanah, telah menasihati umat ini, dan berjihad di jalan Allah dengan sungguh-sungguh. Semoga Allah membalasmu atas apa yang telah Engkau perbuat untuk umatmu, lebih dari balasan para Nabi atas apa yang telah mereka perbuat untuk umatnya.
3. Raudhah Asy-Syarifah
Destinasi yang biasanya dikunjungi para jemaah haji dan umrah adalah Raudhah yang juga terletak di Masjid Nabawi. Raudhah terletak di antara makam Rasulullah SAW dan mihrab.
Raudhah juga diyakini sebagai tempat yang paling mustajab untuk berdoa. Raudhah juga sering disebut sebagai taman surga, sesuai dengan hadits Nabi Muhammad SAW yang mengatakan bahwa area antara rumah dan mimbar beliau merupakan bagian dari taman surga.
Raudhah memiliki luas sekitar 22 × 15 meter, ditandai dengan pilar-pilar putih dan lantai dengan karpet khas, sehingga mudah dikenali oleh jemaah.
4. Masjid Quba
Selain Masjid Nabawi, destinasi yang dapat dikunjungi saat ke Madinah adalah Masjid Quba. Masjid Quba merupakan masjid pertama yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW saat hijrah ke Madinah (dulu Yatsrib).
Masjid Quba terletak sekitar beberapa kilometer dari Masjid Nabawi dan dapat ditempuh sekitar 15 menit. Masjid megah berwarna putih serta memiliki beberapa kubah dan menara itu, disebutkan memiliki keutamaan yang sangat besar bagi jemaah yang berkunjung dan menunaikan salat dua rakaat di dalamnya akan mendapatkan pahala seperti umrah.
5. Kebun Kurma
Selain itu, juga ada kebun kurma yang terletak di Masjid Quba. Banyak pohon kurma yang tumbuh subur di sekitar Masjid Quba.
Namun, para jemaah biasanya mengunjungi toko kurma yang ada di sekitar kebun tersebut. Salah satu kurma yang terkenal adalah kurma ajwa, yang dikenal sebagai kurma kesukaan Nabi.
Dalam hadis disebutkan bahwa mengonsumsi tujuh butir kurma ajwa dapat memberikan perlindungan dari racun dan sihir. Tapi, juga ada berbagai kenis kurma lainnya yang juga dipercaya memiliki manfaat untuk kesehatan.
6. Makam Baqi'
Selanjutnya ada Jannatul Baqi yang merupakan kompleks pemakaman umat Islam di Madinah yang memiliki nilai sejarah penting. Sejak Nabi Muhammad SAW hijrah, tempat ini dijadikan pemakaman kaum Muslim dan tercatat ribuan sahabat serta keluarga Nabi dimakamkan di Jannatul Baqi.
Jannatul Baqi' juga dikenal Baqi' Al-Gharqad, yang berarti kawasan yang dahulu ditumbuhi pepohonan berduri. Jannatul Baqi terletak di tenggara Masjid Nabawi dengan area yang sangat luas.
Para jemaah dianjurkan ziarah ke makam Baqi', selain untuk mengenang sejarah para sahabat dan keluarga Nabi, juga memiliki nilai spiritual bagi umat Islam. Seperti tertera dalam Hadis Rasulullah SAW Dari Ibnu Umar RA. Rasulullah SAW bersabda,
"Aku adalah orang pertama yang akan dikeluarkan dari bumi, kemudian Abu Bakar dan Umar. Kemudian kami dibangkitkan dan kami pergi menuju Baqi, lalu mereka semua dibangkitkan bersamaku. Setelah itu, aku menunggu penduduk Makkah, dan mereka semua dibangkitkan bersamaku. Mereka semua berkumpul memenuhi antara dua Tanah Haram (Makkah dan Madinah). (HR. Ahmad dan Tirmidzi.)
7. Jabal Uhud
Jabal Uhud merupakan gunung yang terletak di utara Madinah dengan ketinggian sekitar 1.050 meter di atas permukaan laut. Tempat ini memiliki nilai sejarah penting karena menjadi lokasi terjadinya Perang Uhud pada bulan Syawal tahun ke-3 Hijriah.
Dalam peristiwa tersebut, sekitar 700 pasukan Muslim menghadapi 3.000 kaum Quraisy. Awalnya umat Islam unggul berkat strategi dan posisi pertahanan di sekitar Jabal Uhud yang sangat strategis.
Nabi Muhammad SAW bahkan telah berpesan agar pasukan tidak meninggalkan posisi tersebut, karena gunung ini menjadi titik penting dalam menahan serangan musuh. Namun, para pemanah di atas Gunung Uhud melihat harta milik kaum kafir Makkah yang berserakan dan tergiur lalu turun untuk mengambilnya.
Akibatnya, Khalid bin Walid yang saat itu masih berada di pihak Quraisy memanfaatkan momen tersebut dan memutar pasukan untuk naik ke Gunung Uhud, lalu menyerang dari arah belakang. Kaum muslimin pun mengalami kekalahan.
8. Masjid Qiblatain
Terakhir destinasi yang juga kerap didatangi jemaah adalah Masjid Qiblatain. Masjid ini merupakan salah satu masjid bersejarah di Madinah yang terkenal karena kaitannya dengan peristiwa perubahan arah kiblat.
Masjid Qiblatain terletak sekitar 3,5 km di barat laut Masjid Nabawi, tepatnya di wilayah Bani Salamah. Masjid ini dibangun sebelum peristiwa perpindahan kiblat.
Nama "Qiblatain" memiliki arti dua kiblat, karena di tempat inilah terjadi peralihan arah salat dari Baitul Maqdis ke Ka'bah saat Nabi Muhammad SAW sedang memimpin salat berjamaah.
Peristiwa perubahan kiblat ini juga tertulis dalam Surah Al-Baqarah ayat 144:
قَدْ نَرٰى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى السَّمَاۤءِۚ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضٰىهَا ۖ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۗ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ شَطْرَهٗ
Latin: Qad narā taqallubaka wajhika fis-samā'(i), fa lanuwalliyannaka qiblatan tarḍāhā, fawalli wajhaka syaṭral-masjidil-ḥarām(i), wa ḥaiṡumā kuntum fawallū wujūhakum syaṭrah(ū)
Artinya: Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, Palingkanlah mukamu ke arahnya.
(kpr/kpr)
Loading ...

8 hours ago
6

















































